Penipuan Lowongan Kerja, Yuk cari tahu modusnya!

Penipuan lowongan kerja bisa dibilang menjadi salah satu momok yang menyebalkan bagi para pencari kerja. Kejahatan ini sebenarnya sering terjadi, tapi sayangnya jarang sekali terungkap karena  jarang dilaporkan oleh sang korban ke kepolisian.

Modus penipuan lowongan kerja paling sering terjadi adalah dengan mengirimkan email,  sms atau telpon undangan untuk mengikuti rekrutmen dari sebuah perusahaan,  setelah itu diminta untuk melakukan pemesanan tiket ke biro tertentu.

Sebagai contoh, berikut ini  kronologi penipuan lowongan kerja :

1. Sebuah email datang, dengan menggunakan title  nama Perusahaan tertentu ,  (penipuan mengatasnamakan perusahaan PT Agro Harapan Lestari)

2. Ada file undangan di dalam email, setelah dibuka isinya tentang undangan lowongan kerja dan prosedur mengikuti rekrutmen.

Di dalam file undangan ini sudah dibuat sedemikian rupa sehingga begitu menyakinkan.

Dan yang lebih hebatnya lagi, mereka juga mengetahui nomor telpon kita  dan  mengirimkan pemberitahuan bahwa email undangan sudah dikirim (*penipu bisa mengetahui karena data kita sudah dimiliki oleh si penipu).

Lalu bagaimana cara mengetahui sebuah penipuan undangan lowongan kerja?

1. Jika mendapatkan email undangan lowongan kerja, lihat terlebih dahulu alamat email pengirimnya.

Contoh: Dari email yang dikirim berasal dari recruitment_pt.agroharapanlestari@hrd.info 

bagi orang yang tidak memahami tentang IT, mungkin email diatas keliahatan wajar, tapi coba dilihat nama domai setelah @ di atas.

email di atas, menggunakan alamat domain : hrd.info yang pastinya kalau dicek bukan alamat dari perusahaan.

2. Di dalam undangan rekrutmen, perusahaan menyuruh kita untuk melakukan pemesanan tiket ke agen travel tertentu dan menjanjikan pengembalian dalam bentuk penggantian atau Refund.

Hal ini merupakan sesuatu yang aneh dan sebenarnya sangat jarang dilakukan oleh perusahaan, karena proses rekrutmen pada umumnya, perusahaan tidak pernah mengurusi perjalanan dari setiap calonnya, apalagi masih di tahap awal rekrutmen.

Jikapun ada, perusahaan yang mau mengganti biaya perjalanan calon karyawannya, biasanya akan  membebaskan calon karywannya untuk memilih transportasinya sendiri.  kemudian menggantinya dengan sistem reimbursement.

So berhati-hatilah, jangka karena kita sedang membutuhkan pekerjaan, kita menjadi mudah untuk terpedaya dengan tipuan para penjahat.

Selain itu, mari kita budayakan untuk melaporkan tindak kejahatan ini  ke pihak yang berwajib, karena secara tidak langsung akan menolong orang lain yang bisa jadi korban di kemudian hari.